Undang Dondy Tan-Jesslyn Thea, Rhoma Irama Akui Pernah Ragukan Islam

Rhoma Irama dan Dondy Tan.(Dok Youtube)

TAK disangka-sangka ternyata Rhoma Irama pernah meragukan kebenaran agama Islam. Karena itu, sang Raja Dangdut bertekad mencari kebenaran agama-agama yang ada. Ujungnya, Bang Haji–sapaan akrabnya–mantap untuk beragama di dalam Islam.

Hal itu diakui Raden Haji Oma Irama dalam Bisikan Rhoma saat mengundang dua mualaf yaitu Dondy Tan dan Jesslyn Thea. Kepada Dondy Tan, Rhoma mengaku dulu menjadi penganut agama Islam secara tradisional yang berarti ikut-ikutan karena orangtua dan keluarga besarnya yang muslim.

“Saya ingin cerita, saya menjadi Islam yang rasional sejak SMP apa SMA begitu ya. Sebelumnya, saya Islam tradisional artinya ikut-ikutan bapak gua Islam kakek gua Islam ya sudah gua Islam,” papar Rhoma kepada Dondy Tan.

Baca juga : Yuk Mengenal 6 Agama yang Diakui di Indonesia

Nah, satu ketika Rhoma merasakan keraguan karena banyak yang klaim-klaim agama yang paling benar. Akhirnya, Rhoma mempelajari tiga agama di suatu kamar hotel, Jakarta. “Saya baca tiga buku kitab suci di dalam kamar hotel, termasuk Al-Qur’an. Kitab-kitabnya saya bawa sendiri.”

Ada tiga hal yang Rhoma pelajari yaitu sistem ketuhanan, peribadatan, dan hubungan dengan manusia atau muamalah. “Tiga faktor ini saja. Alhamdulillah akhirnya saya menemukan Islam is the best. Nah saat itulah saya beragama secara rasional bukan lagi tradisional,” paparnya. 

Kepada Jesslyn Thea, Rhoma Irama mengulangi lagi perjalanan hidupnya dalam mencari kebenaran dengan membandingkan tiga agama. “Saya juga pernah mengosongkan diri dari agama. Ini karena saya lihat teman-teman saya yang dari Kristen mengatakan tanpa darah Yesus Anda tidak akan mencapai surga. Kemudian saya juga bertemu dengan teman-teman dari agama Buddha Hindu tanpa Tuhan mereka tidak akan sampai ke Nirwana. Islam saya dengar juga bahwa agama Islam yang diridai Allah,” urainya.

Baca juga : Jelang Ramadan, ISN Undang Ustazah Internasional Shuaib dari Amerika Serikat

Saat itu, Bang Haji menyadari dirinya memang masih belum paham atau ilmunya belum mencapai kebenaran itu. “Akhirnya saya melakukan satu pencarian kebenaran. Agama mana sih yang benar? Kalau dikatakan agama semua baik kayaknya oke tetapi kalau agama dikatakan semua benar, nah ini enggak masuk akal.” 

Kalau semua agama benar, lanjut Rhoma, misalnya, di Islam bilang suruh salat lima waktu dan tidak salat masuk neraka. Namun, agama lain bilang tidak salat tidak masalah. Begitu pula ibadah lain, seperti haji, yang tidak ada di agama lain.

Proses Dondy Tan mengenal Islam 

Di sisi lain, Dondy Tan juga mengaku pernah merasakan kegalauan tentang agama sebelumnya. “Mungkin ya karena kan saya sudah usia-usia di atas kepala empat kan sudah mulai mikirin nih entar mati ke mana gitu kan.” 

Baca juga : Kemenag Bakal Jadikan KUA Inklusif, Untuk Semua Agama bukan cuma Islam 

“Lalu saya diperlihatkan suatu video almarhum Syekh Ahmad Deedat. Beliau kan dai dari Afrika Selatan. Ketika saya menonton videonya sebagai orang Kristen panas dong. Ngapain ya orang Islam ngomong-ngomong agama gua? Jadi begitu dia sebut-sebutin ayat Bibel pasal ini ayat ini saya lama-lama penasaran.” 

Dondy pun akhirnya menonton video Ahmed Deedat sambil membuka kitab sucinya. “Sampai akhirnya saya pikir-pikir kok apa yang diomongin masuk akal juga ya. Lama-lama gitu saya menonton semua videonya dia, Bang Haji, sampai video debat dia sama pendeta juga saya tonton.”

Setelah menonton semua video Ahmed Deedat, Dondy melanjutkan pencarian melaului video dari Dr Zakir Naik. “Alhamdulillah kan beliau juga luar biasa. Saya tonton juga semuanya.” 

Baca juga : Saksi Perjalanan Isra Mikraj, Berikut 7 Fakta Unik Masjidil Aqsa

Dari pencarian itu, Dondy merasa marah karena dai-dai itu bilang bahwa di kitab sucinya ada ayat-ayat tambahan, sisipan, dan tambahan atau palsu. “Akhirnya saya riset sendiri. Alhamdulillah karena sedikit paham bahasa Inggris ya jadi saya cari pengetahuan tentang itu. Dari bahan-bahan yang saya dapat ternyata memang betul yang dikatakan dai-dai yang saya tonton itu.” 

Menurut Dondy, ayat-ayat sisipan itu dalam rangka menyebarkan doktrin. “Kita harus membedakan ada agama ada juga pemikiran agama. Pemikiran agama hasil pemikiran dari pemuka-pemuka agamanya. Pemikiran agama ini kan sebenarnya beda dengan agama tetapi kadang-kadang dan sering pemikiran agama ini dijadikan agama.” 

Dondy mencontohkan di dalam kitab sucinya yang sebelumnya tidak ada sebenarnya ayat yang mengajarkan konsep Trinitas atau Tritunggal. Namun, ketika ada pemikiran agama dari pemuka agama di waktu-waktu tertentu mereka memasukkan pemikiran itu ke dalam agama. “Jadi ada ayat-ayat yang tadinya catatan di pinggir halaman dinaikkan derajatnya menjadi ayat.”

Baca juga : Teks Pengakuan Iman Rasuli Kristen Protestan dan Katolik

Karena itu, ia menyimpulkan kitab suci tersebut sudah tidak suci lagi. Ia lantas mencari lagi kebenaran di agama yang lain. Singkat cerita, ia akhirnya memutuskan menjadi mualaf.

Proses Jesslyn Thea mengenal Islam

Baca juga : Mengenal Masa Adven, Saat Umat Kristen Menunggu Kelahiran Yesus

Dalam podcast yang sama, Bisikan Rhoma, Jesslyn mengaku sebelumnya beragama Kristen Protestan. “Saya baru berpindah, baru mualaf, 1 bulan lebih,” katanya kepada Rhoma Irama.

Alasan ia memutuskan menjadi mualaf yaitu pikirannya mulai terbuka melalui debat-debat lintas agama. Lewat debat lintas agama itu memberinya hidayah untuk bisa mengenal muslim kembali. 

Baca juga : Doa Makan Kristen, Wujud Syukur Atas Makanan dan Minuman

“Sebelumnya dari keluarga itu, muslim bagi Chinese itu momok ya. Kalau kita mau pindah agama kamu enggak apa-apa pindah agama. Mau jadi menyembah apapun, even you mau sembah setan, juga enggak apa-apa asalkan kamu jangan masuk ke dalam Islam,” tutur Jesslyn.

Bagaimana Jesslyn masuk ke Islam? Utamanya, kata dia, karena dirinya butuh Tuhan. “Saya mencari Allah very long time. Saya menghabiskan berapa tahun, sekitar 3 tahun lebih saya tuh di Kristen tetapi saya sudah enggak ada iman. Sampai-sampai saya ke tahap automatically berubah menjadi jadi atheis karena saking saya mencari Tuhan saya.

Jesslyn ingin tahu dirinya punya Tuhan atau tidak. Ini karena di agama sebelumnya dirinya tidak menemukan konsep Tuhan yang benar. Baginya, tidak masuk akal kita punya tiga Tuhan. “Tidak mungkin kita punya tiga Tuhan. Itu terlalu banyak kontradiktif di dalam pengajaran sebelumnya yang membuat saya akhirnya berpikir, ‘Aduh saya enggak bisa percaya tentang tuhan-tuhan yang dibuat-buat istilahnya.’ Nah, saya enggak bisa percaya dengan doktrin-doktrin buatan manusia.” 

Baca juga : KH. Cholil Nafis Bantah Kabar Selebgram Oklin Fia Jadi Duta MUI

Dari situ, Jesslyn terus banyak membaca. “Nah yang saya baca itu saya menemukan seharusnya sifat-sifat Allah itu mutlak, absolut, dan unik. Ini yang mulai men-trigger saya karena memang yang saya butuh selama ini ialah Allah. Saya menemukan itu dalam Islam. Saya melihat perintah-perintah Allah sendiri dan seharusnya menyembah Allah. Barulah saya sadar hanya di Islam yang mengajarkan kita dari nol sampai hidup akhir kita juga sudah dijelaskan. Sementara di kitab suci lain tidak ada.”

Yang paling menyakinkan Jesslyn yaitu Islam sangat cocok dengan akal logikanya. “Ada satu hal saya baru ngeh sebenarnya ialah dosa yaitu kebodohan. Hanya dalam Islam yang menyatakan bahwa bodoh itu dosa. Ini membuka mata saya bahwa banyak kita tidak belajar. Di Islam, Allah menyuruh kita untuk belajar. Agama ini tidak menyetir, memberi doktrin atau dogma apapun.”

Rhoma Irama membenarkan pernyataan Jesslyn itu. Islam memang menyuruh kita untuk berpikir dan menggunakan akal sebagaimana diperintahkan dalam Al-Qur’an. (Z-2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *