Kisah Masjid Bersejarah dan Tertua di Subang

Masjid Al Ikhlash masjid bersejarah dan tertua di Subang yang dibangun pada 1870(MI/Reza Sunarya)

MASJID Al-Ikhlash yang berada di Jalan Raya Jalancagak, Kabupaten Subang disebut sebagai masjid tertua dan pertama yang berada di Subang,Jawa Barat. Masjid tersebut berdiri 1870 namun sudah beberapa kali mengalami renovasi.

Masjid Al Ikhlash pertama kali didirikan oleh kepala daerah setingkat Bupati yang dikenal dengan nama Demang Ayub pada 1870. Dan pada awalnya, masjid itu hanya memiliki ukuran 15×20 meter persegi, dianggap sebagai salah satu masjid tertua dan pertama di Kabupaten Subang.

Selain menjadi yang pertama, Masjid Al-Ikhlash berada di area alun-alun dan perkantoran Kecamatan Sagalaherang, Subang ini, dulunya bernama Masjid Jami Kaum Sagalaherang, menjadi tempat penyebaran agama Islam di Kabupaten Subang pada abad ke-13.

Baca juga : Jelang Ramadan, GB Sanitaryware Ganti Keran Wudu Masjid Insan Kamil

Masjid Jami Kaum Sagalaherang, saat berdiri pertama tahun 1870 dipimpin oleh imam masjid bernama Ama Mu’alif salah seorang penghulu saat itu, Ama Mu’alif telah meninggal dunia dan dimakamkan di belakang masjid kaum Sagalaherang.

“Namanya dulu Masjid Jami Kaum Sagalaherang sebagaimana tertulis dalam prasasti di atas mihrab masjidnya dulu” Kata Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Ikhlash, Gaos Silahudin, Sabtu (15/3).

Menurut Gaos, terdapat beberapa peninggalan sejarah perjalanan berdirinya masjid ini ditunjukan dengan adanya tulisan pada prasasti diatas mihrab berbentuk kaligrafi arab.

Baca juga : Yayasan Muslim Sinar Mas Land Renovasi Masjid dan Musala di BSD City  

“Pada tahun 1899-1981, lantai ruang sholat berwarna merah, proses pembuatannya menggunakan tepung bata merah yang diaduk dengan Peueut (bahan gula aren), sehingga lantainya sangat keras dan mengkilat disaat sujud bisa bercermin. Masjid ini mempunyai dua menara, menara besar di tengah ditopang oleh empat tiang penyangga, ke empat tiang tersebut terbuat dari kayu jati yang panjangnya 15 meter persegi tanpa sambungan dari lantai sampai menara,” ungkapnya.

Gaos menyebutkan, selama perjalanannya masjid Al Ikhlash telah mengalami beberapa kali pemugaran atau renovasi masjid. Awal pemugaran dilakukan pada tahun 1965 di prakarsai seorang arsitektur bernama Iyep Rumansyah, namun pembangunan masjid tersebut tersendat selama lima tahun. 

Pada 1970 pembangunan masjid diteruskan dan diprakarsai, Hasyim Asyari, Danramil Sagalaherang. Saat itu pembangunan dilakukan secara bergotong royong dan selesai dalam jangka waktu satu tahun. Masjid diresmikan oleh Kandepag Provinsi Jawa Barat, mana masjid pun berganti nama dari Masjid Jami Kaum menjadi Masjid Agung Al Muawanah Kecamatan Sagalaherang yang artinya gotong royong.

Baca juga : BAZNAS RI Terima Bantuan PT KAO untuk 39 Masjid

Namun sayang pembangunannya tidak sesuai pola gambar yang direncanakan, ada beberapa bagian yang diubah, sehingga masjid tersebut kurang indah dipandang, sehingga mempunyai kesan asal jadi saja.

Menurut Gaos, pada 1990 fisik masjid terus memburuk terutama bagian atas menara yang selalu bocor, dan susah diperbaiki, karena harus memerlukan biaya yang cukup besar. Akhirnya pada tahun 1995, masjid ini kembali dipugar atau direnovasi mulai dari pondasi serta terjadi pelebaran masjid bantuan para donatur diantaranya, Haryanto Danutirto dan Mbak Tutut.

Tahun 1996 akhirnya masjid yang megah dengan dua lantai ini selesai dan diserahkan kepada masyarakat Sagalaherang,dan kembali berganti nama menjadi Masjid Besar Al- Ikhlas Kecamatan Sagalaherang. (Z-7)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *