Kemenkes Anjurkan Kelompok Rentan Divaksin Booster sebelum Mudik

Petugas menyuntikkan vaksin covid-19 kepada masyarakat.(Antara)

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menganjurkan kelompok rentan untuk melakukan vaksinasi covid-19 sebelum melaksanakan mudik pada lebaran tahun ini. Hal itu perlu dilakukan sebagai bentuk antisipasi mengingat virus covid-19 belum sepenuhnya hilang dari muka Bumi.

“Untuk kelompok risiko dianjurkan sebelum mudik untuk mendapatkan vaksin booster kembali jika terakhir kali sudah lebih dari 6 bulan atau 12 bulan lalu,” ujar Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada Media Indonesia, Rabu (13/3).

Kelompok rentan dan berisiko yang dimaksud adalah para lanjut usia (lansia), serta pemilik penyakit komorbid. Nadia mengatakan, kelompok rentan masih bisa memperoleh vaksin covid-19 secara gratis di puskesmas. Ia mengatakan stok vaksin yang ada saat ini adalah produksi dalam negeri seperti Inavac atau Indovac.

Baca juga : Vaksin Dosis Ketiga cuma 38,19%, Kemenkes : Kita Imbau Masyarakat untuk Divaksin

Melalui Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor HK.01.07/MENKES/2193/2023 Tentang Pemberian Imunisasi Covid-19 Program, kelompok rentan masih bisa mendapatkan imunisasi covid-19 gratis. Dua kelompok yang menjadi sasaran imunisasi covid-19 program adalah yang belum pernah menerima vaksin covid-19 sama sekali dan yang sudah menerima minimal 1 dosis vaksin covid-19.

Baik kelompok pertama maupun kelompok kedua dikhususkan bagi masyarakat lanjut usia, lanjut usia dengan komorbid, dewasa dengan komorbid, tenaga kesehatan yang bertugas di garda terdepan, ibu hamil, serta remaja usia 12 tahun ke atas dan kelompok usia lainnya dengan kondisi immunocompromised (orang yang mengalami gangguan sistem imun) sedang-berat.

Nadia juga menyebut surveilans covid-19 masih berjalan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada varian baru dari virus tersebut yang terdeteksi.

“Umumnya peningkatan kasus itu karena ada varian baru. Tidak ada potensi pandemi tapi peningkatan kasus masih sangat mungkin terjadi terutama karena varian baru,” tandasnya. (Z-11)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *