Jutaan Jemaah Padati Jamarat

Jemaah haji berjalan di Jembatan Jamarat untuk melempar jumroh di Mekah, Arab Saudi.(AFP/CHRISTINA ASSI)

JUTAAN jemaah haji memadati jamarat untuk melempar jumroh pada hari pertama tasyrik 11 Dzulhijjah, Senin (17/6). Padatnya jemaah membuat jalur menuju jamarat ditutup sehingga banyak jemaah kembali ke maktab.

Jemaah haji mulai mengalir menuju jamarat secara bergelombang dengan berjalan kaki sejak selepas ashar atau sekitar pukul 15.19 atau tidak lama setelah hujan yang mengguyur kawasan Mina reda.

Kepadatan jemaah yang melontar jumroh terutama terjadi di lantai bawah. Jemaah harus berdesak-desakan. 

Baca juga : Kemenag terus Sosialisasikan Kebijakan Murur

“Ya sangat padat. Kami harus berdesak-desaksn, ” ujar Sri Sumiarti, jemaah asal Solo.

Kondisi berbeda sangat kontras di lantai atas. Di sini, situasi relatif lebih lengang dan tidak ada desak-desakan .

Pembimbing ibadah dari KloterJKG 48 Ustad Masturo mengatakan sejumlah jamaah kembali ke maktab akibat jalan menuju jamarat tidak bisa dilalui. 

Baca juga : 4.743 Jemaah Haji ke Makkah Hari Ini

“Ini ada rombongan dari kloter JKS 63 kembali ke maktab karena jalan menuju ke jamarat tidak bisa ditembus, ” ujarnya.

Dia mengatakan padatnya jemaah lantaran jemaah mencari waktu afdol untuk melempar jumroh yakni habis ashar hingga magrib. 

“Ya karena jemaah mencari waktu afdol yakni setelah ashar hingga magrib, ” ujarnya.

Baca juga : Jemaah Haji Kloter 2 Aceh Diterbangkan ke Jeddah

Dia sendiri membagi jemaahnya menjadi dua kelompok untuk memudahkan pengaturan. Ustad Masturo mengatakan kelompok jemaah yang dipimpinnya telah melontar jumroh pada pagi hari untuk menghindari kepadatan. 

“Kami berangkat selepas subuh. Sekitar jam 9 sudah kembali, ” ujarnya. 

Namun, kelompok berikutnya berangkat selepas ashar.

Baca juga : Cegah Terjadinya Tragedi Muzdalifah 2023, Komnas Haji Minta Kemenag Ber Perhatian Khusus Prosesi Mabit

Salah seorang jemaah dari Kalideres, Maryuni mengatakan kloternya berangkat sekitar setengah tiga. “Ini supaya tidak terlalu ramai, ” ujarnya.

Kepadatan di lantai satu mulai terurai selepas magrib. Aliran jemaah juga menjadi lebih lancar dan tertib.

Kondisi berbeda terjadi di lantai tiga. Di sini situasi relatif lebih lengang. Sejumlah jemaah juga terlihat melawan arus untuk melontas jumroh. (Z-1)

Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan
dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com

Editor :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *