Hashim: Pengusaha Besar tak Boleh Campuri Program Makan Siang Gratis

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Girban, Hashim Djojohadikusumo, mengatakan, makan siang gratis adalah program yang paling pertama akan dijalankan oleh pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka saat terpilih nanti.

Dia memastikan, pengusaha besar, tidak boleh ikut campur dalam program yang dijalankan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Pun Hashim juga tidak akan ikut campur program tersebut.

“Program ini adalah yang pertama segera dilaksanakan. Dan ini adalah program yang akan dilaksanakan oleh UMKM. Tidak boleh pengusaha besar ikut program ini. Termasuk saya,” ucap Hashim dalam Syukuran dan Aksi Sosial dengan Relawan Jokowi Bergerak Bersama Prabowo (JBBP) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat (5/1/2024).

Hashim mengaku, hanya akan terlibat dalam melakukan pengawasan. Menurut adik capres Prabowo tersebut, dirinya perlu melakukan pengawasan agar tidak terjadi tindak pidana korupsi di lapangan. Dia tidak ingin jatah makanan untuk anak-anak dipangkas oleh pihak tertentu yang mencari keuntungan untuk dirinya sendiri.

“Tugas saya adalah mengawasi. Kita mencegah korupsi yang terjadi karena kita tahu negara kita penuh dengan orang-orang yang tidak baik. Kalau mereka lihat anggaran besar tanda-tanda dolar dan rupiah sudah pasti ada niat untuk mencuri. Nah ini tugas kita semua adalah untuk mencegah itu,” ucap Hashim.

Dia merasa perlu menekankan hal itu karena memang dana yang diperlukan untuk memberikan makan siang gratis bagi 78 juta anak dan 4 juta ibu hamil di Indonesia setiap tahunnya sekitar Rp 450 triliun. Menurut Hashim, setiap makanan gratis bagi mereka yang berhak mendapatkannya nilainya Rp 15 ribu.

Biaya tersebut sudah termasuk telur, susu, kacang hijau, daging ayam, sayuran, dan makanan bergizi lainnya.  “Tujuannya adalah, pertama untuk menghapus stunting. Ini adalah juga untuk memperkuat tubuh-tubuh anak-anak kita dan ibu-ibu yang sedang hamil 82 juta (jiwa),” ucap anggota Dewan Pembina DPP Partai Gerindra itu.

“Besar. Rp 450 triliun setiap tahun, tiga kali anggaran pertahanan, tiga kali anggaran TNI, ini adalah untuk berikan makanan. Program ini begitu penting untuk Prabowo,” jelas Hashim.

Dia juga mengungkapkan, program makan siang gratis sudah tercetus sejak 17 tahun lalu, bahkan sebelum Partai Gerindra didirikan. Menurut dia, memberikan makan siang gratis bagi masyarakat sudah menjadi obsesi sang kakak, Prabowo sejak dulu untuk menangani masalah stunting di Indonesia.

“Makan gratis ini direncanakan sudah dari 17 tahun lalu. Dipikirkan tahun 2006, belum ada Gerindra. Belum ada pemikiran untuk mendirikan partai baru,” ujar Hashim.

Dia bercerita, ketika itu Prabowo merasa sangat prihatin dengan kondisi bangsa. Pada tahun itu, dia melihat angka prevalensi stunting atau gangguan pertumbuhan pada anak di Indonesia berada di angka 30 persen. Anak dengan stunting mengalami persoalan gizi dan pertumbuhan dan dampak negatif lainnya pada tubuh mereka.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *