DBD di Palu Sulteng Meningkat, 2 Pasien Meninggal Dunia

Ilustrasi, ruang perawatan pasien demam berdarah dengue (DBD).(Dok. Antara)

DINAS Kesehatan (Dinkes) Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), terus berupaya mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang kembali merebak di kota itu. Kepala Dinkes Palu, Rochmat Jasin mengatakan, dalam kurun sebulan kasus DBD di Palu meningkat hingga 94 kasus, 2 orang di antaranya meninggal dunia.

“Data terakhir 27 Maret. Itu sampai 94 kasus sebulan, cukup tinggi,” terangnya di Palu, Selasa (2/4).

Menurut Rochmat, untuk penyebarannya ditemukan paling banyak di Kecamatan Mantikulore. “Di sana sampai 29 kasus, paling banyak dari kecamatan lain,” tegasnya.

Baca juga : DBD di Nganjuk Meningkat Tajam, 6 Orang Dinyatakan Meninggal Dunia

Rochmat menjelaskan, merebaknya DBD di Palu karena nyamuk pembawa vektor DBD meningkat populasinya. Oleh karena itu, pencegahan perlu masif dilakukan.

“Upaya yang sudah berjalan mulai dari survei jentik kemudian melakukan abatisasi, penyuluhan promosi kesehatan ke sekolah-sekolah maupun masyarakat sekaligus membagikan abate pada kegiatan Jumat Palu Sehat,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Rochmat, pihaknya juga mengintensifkan pengasapan atau fogging dengan insektisida untuk memberantas nyamuk pembawa vektor di 46 kelurahan Palu.

Baca juga : Suami Istri Warga Sumedang Meninggal Dunia Akibat DBD

“Kebersihan lingkungan rumah sangat penting, langkah ini dinilai efektif untuk mencegah berkembangbiaknya jentik nyamuk dengan cara menguras bak mandi secara berkala seminggu sekali termasuk membersihkan saluran dan menutup penampungan air lainnya,” paparnya.

“Semoga dengan pencegahan yang masif ini kasus DBD bisa menurun dan tidak ada lagi korban jiwa. Dan masyarakat patuhi imbauan pemerintah, bila terjadi gejala DBD segera larikan ke rumah sakit,” tutupnya.

(Z-9)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor :

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *